Rabu, 26 Januari 2011

Cara Format Flashdisk|Download Software Format Flashdisk

Format memformat adalah hal yang bisa dibilang sering kita lakukan, terutama format flashdisk. Beberapa alasan orang melakukan format pada flashdisk, diantaranya adalah
  • Keinginan menghapus file data dalam flashdisk secara tuntas dan cepat.
  • Flashdisk berisi banyak virus, sehingga daripada repot-repot, format saja …
  • Keinginan mengembalikan kondisi flashdisk seperti saat pertama kali membeli.
  • Mencoba memperbaiki flashdisk, karena flashdisknya rusak
  • Karena hal-hal lain yang mengharuskan flashdisk diformat, seperti membuat bootable windows 7 di flashdisk, dan lain-lain.
Cara-cara yang mudah untuk melakukan format flashdisk adalah :
Klik kanan pada flashdisk kemudian pilih format
Cara lain yang juga hampir sama adalah dengan melalui computer management, caranya adalah :
klik kanan mycomputer pilih disk management
Klik kanan pada flashdisk anda dan pilih format.

Hanya saja kedua cara diatas cuma menyediakan format flashdisk dalam file system FAT dan FAT32 saja, sedangkan untuk file system NTFS tidak ada. Walaupun mungkin saja bisa dilakukan convert dari fat ke ntfs.

Cara ketiga adalah dengan menggunakan software format flashdisk. Pada cara yang ketiga ini kita mempunyai pilihan untuk melakukan format flashdisk ke NTFS file system selain FAT dan FAT32. Software atau tools format flashdisk ini bersifat portable dan ukuran filenya terbilang kecil yaitu 37 KB saja. Bila tertarik bisa download pada link dibawah.



Download

Selasa, 25 Januari 2011

Siapa Pembuat Crop Circle Sleman?



Siapa Pembuat Crop Circle SlemanCrop Circle yang sekarang heboh di Sleman itu masih misterius, Ada Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Crop Circle Sleman. dijelaskan oleh Metrotvnews.com, Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

Minggu, 23 Januari 2011

Informasi Teknlogi Terbaru 2011| Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru

Di antaranya, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya inilah Informasi Teknlogi Terbaru 2011.
Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru
Sebuah fasilitas teleskop sedang disiapkan untuk memantau ruang angkasa demi menyaksikan lahirnya galaksi ataupun bintang baru.

Cerro Chajnantor Atacama Telescope (CCAT), yaitu teleskop yang dibangun oleh astronom asal Cornell University, Amerika Serikat itu akan berlokasi di pegunungan Andes, Chile pada ketinggian 5.600 meter di atas permukaan laut.

Teleskop ini nantinya bisa digunakan oleh astronom dari seluruh dunia untuk memecahkan pertanyaan paling mendasar. Yakni, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya.

“Karbon di tubuh kita, silikon di komputer, perhiasan emas yang kita berikan pada pasangan, seluruhnya merupakan barang-barang yang diproduksi saat galaksi kita lahir,” kata Riccardo Giovanelli, profesor astronomi asal Cornell, dan ketua tim pengembang CCAT, seperti dikutip dari Space, Kamis 6 Januari 2011. “Hal-hal seperti inilah yang akan dieksplorasi menggunakan CCAT”.

Giovanelli menyebutkan, untuk dapat memahami proses pembentukan bahan-bahan yang dinikmati sekarang, perlu mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk.

Teleskop CCAT itu akan memiliki diameter 25 meter dan menggunakan kamera serta spektrometer berukuran besar. Nantinya, teleskop akan dapat mensurvei langit dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang dalam satuan milimeter ataupun sub milimeter yang mampu memberikan kombinasi sensitivitas dan resolusi yang lebih luas.

Dengan kemampuan melakukan survei berskala besar terhadap langit, proyek ini juga akan melengkapi teleskop internasional Atacama Large Millimeter Array (ALMA) yang saat ini sudah mulai dibangun di kawasan yang sama, yakni gurun pasir Atacama, Chile.

Kedua fasilitas ini nantinya akan dapat bekerja secara bersama-sama. CCAT akan bertugas untuk menemukan sumber-sumber baru, sedangkan ALMA melakukan follow up dengan menghadirkan gambar-gambar yang lebih detail. (art)