Sabtu, 27 November 2010

Peminat Samsung Galaxy Tab membludak

JAKARTA: Peminat komputer tablet Samsung Galaxy Tab yang mendatangi acara penjualan perdana gadget itu di atrium Plaza Senayan Jakarta hari ini membludak.

Pantauan Bisnis di lokasi memperlihatkan hingga sore antrian masih mengular panjang hingga ke parkiran mal itu.

Sebagian pembeli menyatakan sudah mengantri nomor urut sejak pukul 7.00 WIB kendati penjualan baru dibuka pada pukul 10.00 WIB.

Salah seorang petugas mengungkapkan nomor antrian sebetulnya sudah habis sejak sekitar pukul 2.00 WIB, tetapi sebagian pengunjung masih ikut mengantri nomor urut karena tidak mengetahui jika antrian sudah ditutup.

Eka Usman Anwar, Marketing Head Samsung Mobile PT Samsung Electronics Indonesia, mengatakan dalam acara penjualan perdana itu pihaknya menyiapkan 1.000 unit Galaxy Tab yang seluruhnya habis dalam penjualan selama sehari.

“Penjualan memang hanya kami lakukan di tempat ini. Kami masih harus menunggu kiriman produk lagi karena stok langsung habis,” ujarnya disela-sela acara itu, hari ini.

Dalam sesi penjualan perdana itu, lanjut dia, Samsung melepas Galaxy Tab dengan diskon Rp1 juta per unit, sehingga per unitnya menjadi Rp6 juta.

Paket itu, tambah Eka, termasuk kartu SIM berikut diskon 50% tarif data unlimited Indosat selama 6 bulan dan beberapa aksesoris yang hanya disertakan secara gratis di acara itu seperti bluetooth headset.

Dia memapakan Galaxy Tab merupakan salah satu pesaing baru Apple iPad di pasar tablet PC.

Eka menjelaskan salah satu kelemahan Galaxy Tab dibandingkan dengan iPad adalah ukuran layarnya yang lebih kecil yakni jika iPad berukuran layar 9 inci, layar Galaxy Tab sebesar 7 inci.

“Tetapi kami juga dapat sekaligus memosisikan hal ini menjadi kelebihan Galaxy Tab, karena lebih ramping untuk dibawa-bawa,” ungkap dia.

Melihat tingginya animo warga Ibu Kota, Eka mengatakan kemungkinan ajang serupa juga akan digelar di kota lain seperti Surabaya. (hwi)

Kopi prioritas revitalisasi perkebunan 2011

JAKARTA: Kementerian Pertanian pada tahun depan akan memberikan prioritas pada kopi sebagai komoditas yang termasuk dalam program revitalisasi perkebunan.

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Sabtu menyatakan, saat ini program revitalisasi perkebunan hanya mencakup tiga komoditas utama yakni sawit, karet dan kakao.

"Kopi juga merupakan komoditas strategis untuk ekonomi perdesaan. Oleh karena itu kita akan memasukkan kopi dalam prioritas revitalisasi perkebunan," katanya.

Menurut dia, dengan memasukkan kopi sebagai komoditas dalam revitalisasi perkebunan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta devisa negara dari ekspor produk tersebut.

Suswono menyatakan kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan, apalagi lebih dari 90 persen lahan kopi dimiliki oleh perkebunan rakyat.

Berdasarkan data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian saat ini, produktivitas kopi nasional masih rendah yaitu berada di kisaran 700 kg per hektar per tahun, angka tersebut baru 60 persen dari potensi produktivitas.

Deptan mencatat, jumlah areal kopi di Indonesia pada tahun ini mencapai 1,31 juta hektare dengan perincian areal lahan kopi robusta 1,07 juta hektare (82 persen) dan areal lahan kopi arabika 241.548 (18 persen).

Dari total lahan itu, sebanyak 96 persen dikuasai oleh perkebunan rakyat, sekitar 2 persen adalah perkebunan negara dan 2 persen merupakan milik swasta.

Sebelumnya ketika meninjau Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember Jawa Timur, Mentan menyatakan, ke depan pemerintah akan meningkatkan pengembangan kopi jenis Arabika.

Hal itu, lanjutnya, kopi jenis ini memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari total kopi nasional sehingga diharapkan bisa mengalami peningkatan.

"Selain itu untuk meningkatkan keragaman hayati dan sumber daya alam nasional," katanya.

Selama ini, menurut Suswono, kopi jenis arabika asal Indonesia merupakan produk yang sudah terkenal dan digemari di pasar dunia dengan berbagai jenis produk seperti Toraja coffe, Gayo coffe, Mandailing coffe, Kintamani coffe, Flores coffe ataupun, Java coffe.

Sementara itu untuk kopi jenis Robusta, pemerintah akan melakukan berbagai upaya seperti peningkatan mutu biji kopi rakyat, peremajaan tanaman serta diversifikasi dan intergrasi perkebunan kopi dengan usaha peternakan sapi.(htr)

Sony Indonesia perbanyak gerai Sony Center

JAKARTA: Sony Indonesia memperbanyak gerai Sony Center menyusul pembukaan gerai baru di Jakarta.

Satoru Arai, Presiden Direktur Sony Indonesia, mengatakan penambahan Sony Center akan mndorong loyalitas konsumen Sony karena mereka akan lebih mudah mendapatkan informasi.

"Fasilitas ini akan menjadi tambahan alternatif untuk mendapatkan layanan purna jual bagi produk-produk Sony yang bergaransi," ujarnya hari ini.

Sony membuka gerai yang berlokasi di e-Mall Ratu Plaza Computer Center sebagai langkah untuk menjaring pasar di salah satu sentra produk elektronik di Jakarta dengan menggelar sejumlah program promo seperti garansi, bebas angsuran, hadiah langsung dan lainnya.

Secara terperinci, bisnis Sony di Indonesia membukukan pertumbuhan sebesar 30% di tengah tumbuhnya pasar perangkat digital di dalam negeri.

Rini F. Hasbi, Marketing Communications Department Head PT Sony Indonesia mengatakan sejak 2008 hingga 2010 bisnis Sony telah mencatat pertumbuhan sekitar 30% per tahun.

"Ini didorong oleh portofolio kami yang semakin berkembang dan juga tumbuhnya pasar peranti digital di dalam negeri," ujarnya kepada Bisnis.

Menurut Rini, pemasaran produk Sony akan meningkat karena pihaknya akan menambah kehadiran Sony Center dan toko-toko di sejumlah kota besar. Untuk peranti notebook Sony Vaio sendiri sejak 2006 dipasarkan di lebih dari 70 outlet di seluruh Indonesia.

Adapun secara keseluruhan PT Sony Indonesia yang diberi wewenang oleh Sony Corporation untuk menjalankan pemasaran dan aktivitas penjualan produk Sony didukung 16 Sony Center dan lebih dari 600 diler resmi, serta layanan purna jual di 61 service center resmi.

Dia menambahkan melalui Sony Center, para penggemar produk Sony Indonesia dapat mengenal lebih jauh rangkaian produk-produk terbaru seperti kamera DSLR ultra-compact dengan badan kamera paling kecil dan ringan, camcorder handycam, notebook, hingga rangkaian produk digital imaging dengan teknologi terkini.

Para penggemar gadget, paparnya, juga dapat menguji langsung pengalaman 3D yang menjadi unggulan Sony Indonesia seperti televisi 3D Bravia, 3D Blu-ray Home Theatre, 3D Blu-ray Disc Player, PlayStation3 3D software, dan lainnya. (gak)