Kamis, 23 September 2010

Jepang Kembangkan Internet Kecepatan 32 Miliar Kbps/detik

Jepang mampu Kembangkan Internet Kecepatan 32 Miliar Kbps/detik untuk dikomersialkan pada tahun 2012. Sebuah teknologi optik baru sedang diujicoba di Jepang. Dahsyatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps.

Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang diujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex.
Sekadar pembanding, kecepatan koneksi internet saat ini masih jauh –sangat jauh– dari yang dicapai dalam ujicoba tersebut. Kecepatan 500 kilobit per detik (Kbps), misalnya, sudah termasuk lumayan untuk penggunaan normal sehari-hari. Sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia, berdasarkan data akhir 2008, adalah 1.5 Mbps atau 1500 Kbps.

Nah, 30 Terabit per detik itu kurang lebih setara dengan 
32 miliar kilobit perdetik. Dengan kecepatan seperti ini, per detiknya data yang sanggup dikirimkan mencapai 3,9 juta MB, atau hampir 1.000 keping DVD film per detiknya.

ujicoba itu dilakukan pada jarak 240 kilometer, artinya bukan sekadar ujicoba jarak dekat. Rencananya KDDI akan mengkomersialkan teknologi ini pada 2012.

source: http://blogneforfree.blogspot.com/2010/06/heboh-kecepatan-internet-32-miliar-kbps.html

Rabu, 22 September 2010

Remote Canggih dengan Sistem sensor gesture tangan

Jaman semakin hari semakin canggih, makin banyak pula penemuan-penemuan yang makin memudahkan manusia dalam menjalani hidupnya. sekarang ada Remote Canggih dengan Sistem sensor gesture tangan Dulu manusia harus menyalakan banyak alat elektronik secara manual, tapi kini manusia hanya tinggal memencet tombol remote dan hiduplah alat elektronik tersebut. Dan ternyata, hal ini belum cukup bagi manusia, menekan tombol remote ternyata masih cukup berat bagi manusia. Kini bahkan sudah ada lagi remote canih yang unik yang dilengkapi dengan turesistem sensor gesture gerak tangan. Sehingga untuk menghidup-matikan atau sekedar mengatur alat elektronik, manusia tak perlu lagi memencet tombol remote, cukup hanya dengan menggerakan jari tanganya dan remote canggih ini akan langsung bereaksi.
Remote canggih buatan IDENT Technology AG ini adalah remote dengan teknologi yang canggih. Karena sensor gerak jarinya sangat sensitif dan bisa menyebar ke seluruh bagian remote. Rencananya, remote dengan sensor gerak ini akan diproduksi secara massal untuk berbagai alat-alat elektronik dunia. Selamat tinggal tombol remote.

sumber :http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/09/remote-unik-dengan-sensor-gesture.html

Selasa, 21 September 2010

Airbus Ingin Buat Pesawat Tembus Pandang

Produsen pesawat terbang raksasa, Airbus memiliki sebuah ide dahsyat: membuat pesawat terbang tembus pandang. Bila ide ini diwujudkan maka para penumpang bisa merasakan pengalaman luar biasa; melihat seluruh pemandangan di sekitar dan di bawah pesawat.

Pesawat ini akan dirancang memiliki kulit keramik berteknologi tinggi. Bila kapten pesawat menekan sebuah tombol maka pesawat berganti kulit menjadi transparan, seluruh bodi pesawat akan tembus pandang.
Dijamin, para penumpang akan merasakan sensasi yang berbeda ketika mereka naik pesawat ini. Mereka seolah-olah melayang di udara. Mereka juga bisa melihat pemandangan kota, gunung, laut atau pun awan yang ada di sekitarnya.

"Penumpang pesawat ini akan mengalami pengalaman penerbangan yang baru," kata kepala penelitian dan teknologi Airbus Alex Krein kepada Der Spiegel yang dikutip Fox News.

Meski ide ini terdengar gila namun bukanlah hal yang tidak mungkin. Para insinyur siap mewujudkan gagasan tersebut.

"Di masa depan, pesawat menawarkan pemandangan bagi penumpangnya yang tdiak terhalangi, Anda akan dapat melihat piramid atau Menara Eiffel melalui lantai pesawat yang transparan," kata Krein.

Airbus memang sedang gencar dengan berbagai konsep baru. Mereka manamakan program ini "The Futurem By Airbus" atau "Masa Depan oleh Airbus".

Tak hanya pesawat tembus pandang, mereka juga menciptakan terobosan untuk sumber energi pesawat di masa depan. "Kami meminta teknisi kami berimajinasi secara bebas menyambut visi penerbangan 2050," kata Krein.

Sumber : tempointeraktif.com