Selasa, 25 Januari 2011

Siapa Pembuat Crop Circle Sleman?



Siapa Pembuat Crop Circle SlemanCrop Circle yang sekarang heboh di Sleman itu masih misterius, Ada Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Crop Circle Sleman. dijelaskan oleh Metrotvnews.com, Sleman: Sejumlah mahasiswa mengaku membuat crop circle yang ditemukan di tengah sawah di Dusun Rojosari, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu mereka nyatakan dalam situs Studentmagz.com.

Tulisan di situs itu menyebutkan, crop circle di Sleman dibuat seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi sang mahasiswa yang dikenal jago matematika dan internet itu tak bekerja sendiri. Dia dibantu enam temannya.

Masih dalam situs, sang mahasiswa yang sampai kini belum diketahui namanya itu mengaku, sengaja membuat jejak benda terbang tak dikenal alias UFO buat mencari sensasi. Menurut dia, itu sebagai ajang pembuktian kalau mereka memang jago matematika dan desain.

Crop circle adalah pola lingkaran misterius berbentuk simetris. Crop cirle di Sleman, berdiameter 60 centimeter sampai 70 cm. Walau banyak ditemukan di sejumlah tempat, toh fenomena ini tetap menjadi teka-teki.(ICH)

Minggu, 23 Januari 2011

Informasi Teknlogi Terbaru 2011| Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru

Di antaranya, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya inilah Informasi Teknlogi Terbaru 2011.
Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru
Sebuah fasilitas teleskop sedang disiapkan untuk memantau ruang angkasa demi menyaksikan lahirnya galaksi ataupun bintang baru.

Cerro Chajnantor Atacama Telescope (CCAT), yaitu teleskop yang dibangun oleh astronom asal Cornell University, Amerika Serikat itu akan berlokasi di pegunungan Andes, Chile pada ketinggian 5.600 meter di atas permukaan laut.

Teleskop ini nantinya bisa digunakan oleh astronom dari seluruh dunia untuk memecahkan pertanyaan paling mendasar. Yakni, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya.

“Karbon di tubuh kita, silikon di komputer, perhiasan emas yang kita berikan pada pasangan, seluruhnya merupakan barang-barang yang diproduksi saat galaksi kita lahir,” kata Riccardo Giovanelli, profesor astronomi asal Cornell, dan ketua tim pengembang CCAT, seperti dikutip dari Space, Kamis 6 Januari 2011. “Hal-hal seperti inilah yang akan dieksplorasi menggunakan CCAT”.

Giovanelli menyebutkan, untuk dapat memahami proses pembentukan bahan-bahan yang dinikmati sekarang, perlu mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk.

Teleskop CCAT itu akan memiliki diameter 25 meter dan menggunakan kamera serta spektrometer berukuran besar. Nantinya, teleskop akan dapat mensurvei langit dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang dalam satuan milimeter ataupun sub milimeter yang mampu memberikan kombinasi sensitivitas dan resolusi yang lebih luas.

Dengan kemampuan melakukan survei berskala besar terhadap langit, proyek ini juga akan melengkapi teleskop internasional Atacama Large Millimeter Array (ALMA) yang saat ini sudah mulai dibangun di kawasan yang sama, yakni gurun pasir Atacama, Chile.

Kedua fasilitas ini nantinya akan dapat bekerja secara bersama-sama. CCAT akan bertugas untuk menemukan sumber-sumber baru, sedangkan ALMA melakukan follow up dengan menghadirkan gambar-gambar yang lebih detail. (art)

Kamis, 20 Januari 2011

Informasi Teknologi Terbaru 2011 4G/long term evolution(LTE)

Informasi Teknologi Terbaru 2011 4GTEKNOLOGI 4G atau long term evolution(LTE)Terbaru 2011
sudah lama berdengung. Namun,”sengatan”-nya belum juga terasa. Kapan dan bagaimana teknologi ini akan mengubah gaya hidup kita? Lantunan lagu Atas Nama Kebenaran yang dinyanyikan rapper Pandji Pragiwaksono tidak hanya membahana di Graha XL,kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (20/12) silam.Gema lagu itu dirasakan pula oleh penonton di Pondok Indah Mall,Jakarta,dalam bentuk live streaming dengan kualitas gambar yang tajam dan tanpa patah.

Kegiatan ini adalah salah satu uji coba teknologi LTE yang dilakukan oleh PT XL Axiata Tbk (XL) bekerja sama dengan PT Ericsson Indonesia. Direktur Network XL Dian Siswarini mengatakan, uji coba terhadap kemampuan LTE ini dilakukan untuk mencermati keunggulan teknologi masa depan tersebut. LTE adalah pengembangan teknologi 3G yang difokuskan ke arah kecepatan transfer data yang lebih tinggi ketimbang 3.5G.
Tren evolusi teknologi komunikasi seluler saat ini memang mengarah ke LTE yang disebut-sebut memiliki kecepatan data transfer hingga 100 Mbps (downlink).Salah satunya karena LTE bisa memanfaatkan existing technology dan infrastruktur yang sudah dimiliki operator. Berbeda dengan WiMax yang harus membangun infrastruktur yang baru untuk menerapkannya.
Dalam kesempatan tersebut, uji coba untuk mengunduh filemultimedia (foto) high-rest dengan ukuran 357 MB dilakukan dalam waktu 66 detik atau kecepatan rata-rata 5 Mbps. Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi juga dapat melakukan konferensi video dengan pihak Ericsson tanpa putusputus. Sementara, beberapa bloggerdan pihak media yang ikut mencoba LTE ini merasakan streaming video YouTubetanpa bufferingsedikit pun. Pengujian langsung terhadap LTE ini, lanjut Dian, dilakukan untuk mengetahui cara kerja dan apa saja yang bisa dilakukan teknologi baru tersebut.
”Kami harus tahu kecepatannya real atau tidak. Lantas kami pelajari end to end,soal kemudahan penggunaan, serta behaviour seperti apa yang nantinya di-direct oleh teknologi ini,” katanya. Hingga kini, XL belum bisa memilih mana frekuensi yang tepat untuk teknologi komunikasi generasi keempat itu. “Saat ini memang ada beberapa spektrum atau pilihan frekuensi di mana LTE itu berkembang.Namun, belum disepakati frekuensi mana yang akan digunakan untuk LTE,”ujar Dian. “Kami perlu melihat juga ekosistemnya.
Selama ini banyak negara lain yang menggunakan 2,6 Mhz,tapisecarapasardandidukung ekosistemnya, 700 Mhz kami anggap sangat ideal,”paparnya lagi. Untuk mendukung program uji coba ini,XL juga melakukan kerja sama dengan sejumlah universitas, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). seputar-indonesia.com