Minggu, 28 November 2010

Koneksi Internet Amerika Sempat 'Dibajak' China

Koneksi Internet Amerika Sempat 'Dibajak' China, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengakui adanya insiden internet di Pentagon pada April 2010. Insiden itu melibatkan China.

Hal itu dikemukakan Kolonel David Lapan, juru bicara Pentagon, Minggu (21/11/2010). "Kami sudah mengetahui, pada 8 April 2010, ada trafik internet (kami) yang di-reroute melalui China," ujarnya.

Namun hal yang masih belum jelas adalah, apakah insiden itu dibarengi dengan niat jahat atau tidak. Bahkan ia menegaskan tidak ditemuinya hal jahat dalam insiden tersebut.

Saat ini insiden itu jadi sorotan komisi US-China di DPR-nya AS. Disebutkan bahwa insiden itu mempengaruhi situs pemerintah dan militer AS, hingga koneksi internet di kantor Menteri Pertahanan Robert Gates.

Di sisi lain, Beijing menyatakan ketidaksukaannya pada apa yang dilakukan komisi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pola pikir komisi tersebut bagaikan era 'Perang Dingin'.

Sedangkan China Telecom juga membuat pernyataan terpisah yang menyebutkan bahwa insiden itu bukanlah suatu kesengajaan. Mereka menolak jika disebut terjadi 'pembajakan' trafik internet, seperti yang disebutkan oleh komisi tadi. (Detik/Reuters)

Era Robot ala 'Chobits' Sudah Dimulai

Masih ingat dengan kehadiran robot seks yang ketika peluncurannya begitu menghebohkan? Ya, robot seks ini rupanya benar-benar diminati banyak orang. Banyak dari mereka menginginkan robot seksnya dibuat mirip dengan para aktris kelas dunia.

Scott Maclean, salah satu penemu asal Amerika Serikat yang bekerja pada bidang prototipe robot sejak 2004 mengatakan bahwa ia telah dihubungi oleh beberapa pelanggannya yang berasal dari Inggris.

"Beberapa orang telah menghubungi kami, termasuk seorang pria yang mengaku dirinya seorang bangsawan. Kami juga punya beberapa langganan dari Eropa, Rusia, Korea dan negara lainnya," tambah Scott.

Scott menceritakan bahwa dirinya mendapat pesanan agar membuatkan robot yang mirip dengan Angelina Jolie, Pamela Anderson dan Micheal Jackson. "Tapi saya tidak bisa membuat model robot seperti mereka tanpa ijin," tukasnya.

"Beberapa minggu lalu saya terlibat diskusi dengan seorang wanita yang menginginkan dibuatkan robot seks mirip dengan aktor Graham Norton. Dia sepertinya sangat serius," tambah Scott.

Selain Scott, ada Douglas Hines yang mengembangkan robot seks pertama bernama Roxxxy yang terbuat dari silikon hypoallergenic dan memiliki rambut manusia.

Hines menjelaskan robot buatannya benar-benar sebuah robot seks yang dapat diandalkan oleh pasangan manusianya. Sebab tak hanya mahir dalam urusan ranjang, Roxxxy diklaim memiliki kepribadian, pendengar yang baik, dapat bicara, merasakan sentuhan, bahkan bisa tertidur.

"Kami memiliki relasi dengan distributor toko khusus dewasa di London. Kami berharap robot seks ini bisa dikirimkan ke Eropa akhir tahun ini," tutup Douglas. (Detik/TimesofIndia)

First Media Rilis Video on Demand, Awal 2011

PT First Media Tbk akan merilis Video on Demand (VoD) berteknologi definisi tinggi (HD). Awal tahun 2011 mendatang, VoD adalah sistem televisi interaktif yang memungkinkan khalayak untuk memilih sendiri pilihan program video dan klip yang ingin ditonton. Layanan ini diperkirakan akan menarik 1,7 juta pelanggan rumah tangga di Jabodetabek.

Dicky Moechtar, Direktur First Media, mengatakan potensi tersebut mewakili segmen pasar kelas A,B, dan C+ berdasarkan pertimbangan ekonomi. Kelas A adalah rumah tangga dengan pengahasilan di atas 3,5 juta disposable income atau yang membelanjakan uangnya diluar berbagai pembayaran kredit atau kewajibannya hingga C+ yang mewakili pendapatan 1,6 juta disposable income.

"Secara total ada 23,5 juta populasi di Jabodetabek, maka ada sekitar 1,7 juta rumah tangga (segmen A,B,C) yang potensial menjadi pasar utama VOD. Dalam 3 bulan pertama di 2011 kami targetkan akan mampu menjaring 10.000 rumah," kata Dicky.

Dicky menghitung, potensi pasar VoD akan besar karena sejumlah faktor menyajikan layanan interaktif dan juga menyediakan program yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan minat pelanggan.

Vod memungkinkan pelanggan menyimpan program siaran TV yang diinginkannya untuk ditonton sesuai dengan waktu luang ataupun berulang kali yang tidak dapat disediakan siaran TV free to air atau TV berbayar.

Fungsi Vod seperti layaknya video rental, dimana pelanggan dapat memilih program atau tontonan ketika yang ingin ditayangkan. Pilihan program dapat berupa sederet judul film, serial TV, acara realitas video streaming dan program lainnya. (kontan)